Cara Over Kredit Rumah Aman? Ini Ulasannya Silahkan Disimak!

Cara Over Kredit Rumah Aman? Ini Ulasannya Silahkan Disimak!

Kebutuhan akan rumah menjadi salah satu kebutuhan primer yang seharusnya dapat dipenuhi oleh semua orang. Namun terkadang banyak sekali kedalam yang ada sehingga meski anak sudah besar pun bahkan banyak yang belum mampu dalam memiliki rumah. Dapat diakui jika tingginya harga properti menjadi alasan mengapa banyak yang tidak mampu dalam memiliki rumah. Namun Anda tetap bisa membeli rumah dengan harga yang cenderung terjangkau, namun dengan cara over kredit rumah.

Over kredit rumah ini kini sedang banyak sekali dipraktekkan di masyarakat. Alasannya pun beragam mulai dari kurang sreg dengan rumah yang dibeli, hingga butuh uang secara mendesak sehingga harus segera menjual rumahnya. Untuk Anda yang berminat dalam membeli rumah dari hasil over kredit ini, maka Anda juga perlu mengetahui tata cara serta aturan yang jelas sehingga semua prosesnya bisa aman dan tidak ada pihak yang dirugikan.

pinjaman dana cepat

Untuk cara over kredit rumah sendiri ada 3 cara yang banyak diketahui yaitu dengan over kredit melalui bank, melalui notaris dan bawah tangan. Namun jika Anda menginginkan cara teraman dengan hak yang terlindungi, maka Anda lebih baik memilih melalui bank. Untuk memudahkan Anda dalam mengetahui caranya, maka berikut ini tahapan over kredit melalui bank:

  1. Pihak penjual dan pembeli langsung menghadap ke pihak bank di bagian administrasi kredit dan mengajukan permohonan terkait over kredit tersebut.
  2. Selanjutnya pembeli rumah harus mengajukan permohonan untuk bisa mengambil kredit yang nantinya akan bertindak sebagai debitur yang baru untuk menggantikan posisi dari debitur lama.
  3. Setelah bank setuju, selanjutnya akan dilakukan penelitian terkait persyaratan dan kemampuan dari pihak debitur baru yang akan menggantikan posisi. Nantinya pembeli akan tanda tangan perjanjian kredit baru yang sudah diatasnamakan dirinya dan ikat jaminan.

Dari ilustrasi tersebut, dapat dipahami jika over kredit melalui bank secara langsung akan memberikan kelebihan dimana sertifikat rumah tersebut sudah dapat dibalik nama sesuai nama pembeli selaku debitur barunya meski memang masih ditahan bank sebagai jaminan. Pembeli pun bisa mengangsur atas namanya sendiri. Namun sebanding kelebihan dan keamanannya, ada juga kelemahan dari cara ini yaitu proses pengajuan yang rumit dan memakan waktu lama mengingat bank harus menganalisis pihak pembeli. Ada kemungkinan juga debitur baru ditolak bank. Selain itu biaya yang keluar juga cukup tinggi mengingat prosesnya yang rumit dan panjang.

Baca: Gunakan Kredit Tanpa Agunan Danamon

Namun mengingat tingkat keamanannya yang lebih tinggi, maka cara ini sangat direkomendasikan bagi Anda yang ingin melakukan over kredit. Berikut ini beberapa kelengkapan berkas dalam pengalihan kredit tanah dan bangunan tersebut:

1. Data obyek jual beli:

  • Fotokopi perjanjian kredit serta surat penegasan memperoleh kredit.
  • Fotokopi sertifikat yang isinya adalah stempel dan keterangan dari bank yang menyatakan jika tanah dan bangunan terkait sedang dijaminkan ke bank.
  • Fotokopi IMB
  • Fotokopi SPPT PBB dalam 5 tahun terakhir.
  • Cetak bukti membayar angsuran yang terakhir.
  • Buku tabungan asli dalam pembayaran angsuran.

2. Data penjual dan pembeli:

  • Fotokopi KTP suami dan istri.
  • Fotokopi KK.
  • Fotokopi akta nikah.
  • Fotokopi keterangan WNI atau ganti nama jika ada.

Meski dapat diakui jika proses dalam cara over kredit rumah melalui bank ini cukup rumit dan lama, namun hak Anda sebagai penjual dan pembeli bisa lebih terlindungi sehingga sah di mata hukum.