Hari Raya Nyepi, Hari Sunyi untuk Mawas Diri Secara Lahir

Hari Raya Nyepi, Hari Sunyi untuk Mawas Diri Secara Lahir

 

Hari Raya Nyepi tentunya sudah sangat familiar untuk nyaris semua orang Indonesia. Hari besar penganut agama Hindu ini adalah hari Tahun Baru, yang didasarkan atas kalender Saka. Tapi Anda yang bukan penganut Hindu terutama pasti mengenalnya sebagai hari di mana tanggal merah alias liburan berlangsung. Namun tentu saja, Nyepi bukan cuma hanya untuk hal ini saja. Mari kenali keunikan di dalam Tahun Baru Hindu tersebut!

Nyepi merupakan Tahun Baru Hindu, dan seperti sudah dijelaskan di atas, didasarkan pada Tahun Baru Saka yang berbeda dengan kalender standar yang dipakai sekarang ini. Pada hari tersebut, umat Hindu akan memulainya dengan melakukan kegiatan menyepi untuk melakukan refleksi dan meminta permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta alam semesta (Bhuana agung). Di waktu Nyepi inilah, semua kegiatan, dari pribadi sampai umum, berhenti total, kecuali untuk rumah sakit dan jika ada keadaan yang sangat darurat.

pinjaman dana cepat

Ritual yang dilakukan pada hari raya ini disebut dengan Catur Brata Penyepian. Ritual inilah yang wajib dilakukan dalam hari khusus ini agar bisa mawas diri. Sesuai dengan namanya, ada 4 ritual yang dilakukan, yaitu:

  1. Amati Geni, ritual untuk tidak menyalakan api, baik lahir (rokok, kompor, lampu), maupun batin (hal-hal negatif).
  2. Amati Karya, ritual untuk tidak bekerja secara jasmani atau lahiriah dengan melakukan renungan maupun mawas diri, dan secara lahir.
  3. Amati Lelungan, adalah ritual untuk tidak mengganggu orang lain serta tidak bepergian.
  4. Amati Lelaguan, yaitu tidak mengadakan kegiatan yang isinya rekreasi atau hiburan, yang tujuannya untuk bersenang-senang.

Selain ritual Catur Brata Penyepian di atas, umat Hindu juga melakukan berbagai acara untuk menyambut dan menyiapkan hari tersebut.

Berikut ini acara Hari Raya Nyepi seperti:

1. Melasti

Serangkaian acara di mana alat-alat sembahyang dari Pura diarak menuju pantai maupun danau, untuk menyucikannya kembali. Biasa dilakukan 2-3 hari sebelum hari H.

2. Pecaruan

Dilakukan sehari sebelum Nyepi, dan merupakan upacara yang dilakukan untuk mengusir segala pengaruh negatif dari Bhuta Kala serta roh-roh jahat. Ini biasa dilakukan dengan menyebarkan nasi, meletakkan obor di sekeliling rumah, dan memukul segala macam benda agar gaduh. Selain itu, ogoh-ogoh yang melambangkan Bhuta Kala diarak untuk dibakar.

3. Ngembak Geni

Sesudah Nyepi, untuk menutup Catur Brata Penyepian, dilakukan upacara ini. Biasanya dengan saling mengunjungi, memaafkan, dan berbagai kegiatan positif lain untuk menghormati dan berterima kasih pada Tuhan.

Namun terlepas dari kesakralan upacara Nyepi yang dilakukan di atas, ada banyak keunikan yang akan Anda lihat, terutama jika Anda berada di Bali pada saat perayaan ini terjadi. Misalnya saja:

kartu kredit bri visa touch

  • Hari-hari sebelum Nyepi, Anda akan melihat supermarket dan tempat-tempat belanja penuh sesak karena orang-orang menyiapkan diri untuk perayaan.
  • Jika Anda di Bali, maka semua kegiatan Nyepi, yaitu Catur Brata Penyepian, juga berlaku bagi Anda, baik turis maupun penduduk yang non-Hindu sekalipun.
  • Karena tak ada kegiatan sama sekali, baik kendaraan maupun listrik, kegiatan Nyepi ini bisa mengurangi karbon dioksida hingga 20.000 ton, dan menghemat listrik sampai 290 Megawatt.

Tentu saja, Anda baru akan bisa benar-benar melihat dan merasakan sendiri Hari Raya Nyepi yang benar-benar sunyi ini di Bali. Di tempat-tempat lain, karena konsentrasi umat Hindu yang tak terlalu banyak, Anda tak akan merasakan kekhusyu’an kesunyian tersebut sampai tingkat seperti ini. Kalau Anda kebetulan ingin merasakan pengalaman yang unik di Bali, datanglah menjelang Nyepi.